Tentang Golaga | Goalawa Purbalingga


GOA LAWA PURBALINGGA atau GOLAGA merupakan keajaiban alam di Indonesia, terbentuk dari lava pegunungan aktif yang meleleh selama ribuan tahun. Proses pendinginan lava inilah yang mengakibatkan batuannya keras dan kuat dengan warna hitam tanpa menimbulkan stalagnit dan stalagmit.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan daya tarik wisata alam dengan nuansa pegunungan yang sejuk, berlokasi di lereng Gunung Slamet. Suasana yang asri dan alami dengan hamparan rumput yang hijau di bawah rindangnya pohon pinus.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan tujuan wisata yang tepat bagi Anda untuk menyatu dengan alam, untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan menghapus kejenuhan dengan penuh kegembiraan bersama sahabat dan orang-orang tercinta.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan tujuan wisata yang sesuai untuk mengadakan berbagai kegiatan, acara keluarga, reuni, outbound, kumpul-kumpul komunitas dengan tempat yang luas, nyaman dan bersih.
GOA LAWA PURBALINGGA terletak di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Berjarak ± 25 Km dari Pusat Kota Purbalingga dan bisa ditempuh dengan mudah selama satu jam perjalanan. Jam buka mulai pukul 08.00 - 17.00 Wib setiap hari.

SEKILAS TENTANG GOLAGA

PROSES TERBENTUKNYA GOA LAWA
Sungai Lava adalah aliran lava yang keluar dari kepundan atau kawah gunung api yang mengalir menuruni lereng gunung api menuju tempat yang lebih rendah. Sebagaimana kita ketahui bahwa lava adalah matrial berupa cairan panas yang berpijar-pijar, yang bila mendingin menjadi batu. Jadi bisa dibayangkan betapa dahsyatnya fenomena sungai lava ini.

Goa Lava secara geologi terbentuk dari fenomena Sungai Lava. Pada awal proses pembentukkannya, lava keluar dari kepundan, sebut saja “Gunung Api Slamet Purba”. Tentu saja letak kepundan atau kawahnya berbeda dengan posisi kawah Gunung Api Slamet saat ini. Lava mengalir menuruni lembah membentuk sungai. Saat lava keluar ke permukaan maka ia seketika membeku dan mengeras menjadi batu. Tetapi tidak demikian pada bagian dalam lava. Ia masih cair dan bersifat seperti layaknya cairan, mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Maka ketika bagian dalam lava yang cair ini mengalir, tertinggallah bagian lava yang mengeras menjadi batu itu menjadi selubung dan kubah-kubah keras. Ruang dibawah selubung dan kubah batu ini yang kemudian menjadi ruang kosong, yang pada akhirnya menjadi goa.

Goa Lawa Purbalingga atau “GOLAGA” merupakan Goa yang tersusun dari batuan lava yang sangat unik dan menarik. Dari struktur batuan pembentuknya, Goa lava (Lava Tube) hanya ada di Purbalingga dan Bali. Hasil survei keguaan dengan metode Lead Frog Method dan pengukuran Chamber menggunakan metode poligon terbuka, luas ruangan Goa Lawa 6.683 meter persegi dengan panjang dari ujung ke ujung 1.200 meter. Semua bagian gua terbentuk dari lava gunung yang membeku. Lorong lava terbentuk pada aliran lava basal yang relatif encer dengan viskositas rendah, dan pada bagian permukaannya telah mengerak dan membeku. Sementara pada bagian dalamnya masih cair dan panas dengan suhu lebih dari 1.100 derajat celcius, dan tetap mengalir sehingga pada akhirnya menyisakan ruang berbentuk ruang atau tabung (tube).

MITOLOGI TENTANG GOA LAWA
Selain sebagai fenomena alam dengan karakteristik fisik dan proses yang khas, juga tersimpan kisah-kisah legenda di dalamnya. Kolaborasi antara karakter fisik dan legenda-legenda tokoh mencirikan Goa Lawa sebagai lokasi yang universal antara perilaku alam dan budaya. Bentuk-bentuk batuan dan ruang di dalam Goa Lawa menceritakan gambaran tokoh dan imajinasi mistis. Semua bagian tersebut mempunyai kisah legenda tersendiri. Memang kadang sulit untuk mengkaitkan kronologi budaya dalam legenda tersebut, tetapi legenda sudah menunjukkan bahwa Goa Lawa sebagai warisan alam sudah mendapat perhatian dan sentuhan dari manusia.

Para mubaligh diyakini bersembunyi di dalam goa dalam mengadakan musyawarah untuk menyebarkan agama islam. Hal ini dibuktikan dengan adanya sembilan batu sebesar meja yang berada didalam goa. Tersebutlah Mbah jamur dipa, mbah langlang jagat dan mbah langlang buana yang menguasai tlatah jawa dan sering disebut-sebut sering berada di dalam goa. Juga ada Kyai penderesan, kyai sapujagat, kyai antaboga, kyai klenting mungil, kyai soleman dan kyai sumber yang menguasai ereng-ereng gunung slamet . Sembilan orang inilah yang sering disebut-sebut sebagai waliyullah.

Mereka juga sering menggunakan ruangan lain untuk bermunajat memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ada beberapa ruangan untuk bermunajat, diantaranya lorong panembahan yang digunakan untuk bersemedi dan ruang langgar yang digunakan untuk sholat. Juga ada pancuran slamet dan sendang drajat yang digunakan untuk mensucikan diri sebelum mereka bermunajat.

Seiring berjalannya waktu, sembilan batu besar itu tertimbun lumpur hingga menyisakan gundukan-gundukan kecil. Sebelum proses pemugaran di dalam goa juga sering digunakan warga sekitar untuk bertapa hingga sekarang . Tak hanya warga sekitar yang bermunajat di dalam goa, beberapa pejabat penting di negeri ini juga pernah berkunjung dan bermunajat di Goa lawa. Hal ini diakui juru kunci goa lawa yang pernah mengantar para pejabat untuk bermunajat.

Goa Ratu Ayu
Konon, didalam goa ini ada dua orang wanita cantik yang bernama Endang Murdaningsih dan Endang Murdaningrum. Kedua Putri cantik itu memiliki tiga ekor binatang kesayangan, berupa tiga ekor harimau. Seekor putih, seekor hitam dan seekor lagi kuning bunga asem. Konon penduduk disekitaran goa pada malam-malam tertentu banyak yang telah melihat harimau kesayangan Ratu Ayu berkunjung kerumah Kepala Desa, yang dapat berwawancara langsung dengan Kepala Desa Siwarak bersama isterinya dan beberapa orang yang sedang bertugas ronda desa.

Goa Cepet
Cepet = Mahluk halus,Dahulu beberapa kali ada warga yang hilang selalu ditemukan di goa ini . Orang yang masuk goa ini juga sering tersesat dan sukar untuk keluar. Goa yang berada diatas jalan utama ini memiliki ruangan yang cukup luas dan terdapat beberapa lobang yang tembus ke goa lain hingga goa ini dinamakan goa cepet.

Goa langgar
Goa yang dahulunya di gunakan oleh Wali songo untuk melakukan ibadah/sholat. Hingga dilakukan pemugaran di goa langgar juga sering di gunakan para penggede negeri ini untuk melakukan doa bersama memohon pada Tuhan YME . Cerita lain juga pernah di dapat dari juru kunci terdahulu bahwa ada penggede dari jawa timur yang mencoba bermuhasabah di goa langgar dan mendapatkan safari bung karno. Keunikan lain dari goa langgar adalah saat pengunjung melihat dari sekitar Goa Batu Keris maka akan tampak atas goa seperti kubah masjid.

Goa Waringin Seto
Dinding batuan yang bentuknya mirip sekali dengan pohon beringin berwarna putih. Batuan ini kemudian diberi nama Waringin Seto. Penamaan ini menggambarkan bentuk pohon yang seperti beringin, mulai dari daun hingga bentuk batangnya. Waringin seto sendiri merupakan pohon kehidupan yang memberikan perlindungan dan pengayoman. Dahulu, Kolam dibawah waringin seto sering digunakan untuk mandi atau berendam. Karena diyakini membawa kesejahteraan bagi orang yang mandi atau berendam.

Goa Lorong Panembahan
Lorong sepanjang 10 mtr ini sering digunakan oleh orang-orang yang melakukan semedi, untuk meminta jodoh, kelancaran rejeki, dll. Biasanya orang yang bertapa di goa ini pada malam-malam tertentu, seperti malam selasa kliwon dan jumat kliwon.

Pancuran Slamet & Sendang Drajat
Memiliki pancuran air yang tidak pernah kering, konon siapa saja yang mencuci muka dengan air yang mengalir dari pancuran ini akan awet muda dan wajahnya kelihatan berseri-seri. Sendang drajat diyakini bisa membuat siapa saja yang meminum air dari mata air ini akan dipermudah dalam mencari rejeki , bisa mempunyai keturunan bagi pasangan suami istri yang sudah lama menikah tapi belum dikarunia anak dan enteng jodoh bagi yang belum mempunyai pasangan. Cerita lain menyebutkan bahwa pancuran/sendang ini sering digunakan oleh Sunan Drajat untuk mandi dan mengambil air wudhu.

Balai Pertemuan Agung & Gangsiran Bupati Goentoer
Balai Pertemuan Agung atau Gangsiran Bupati Guntur Daryono Konon adalah goa yang digunakan wali sanga untuk mengadakan pertemuan dalam menyebarkan agama islam di tanah jawa. Di goa yang memiliki ruangan lebar itu terdapat Sembilan batu besar menyerupai meja. Seiring waktu, bebatuan besar yang menyerupai meja itu mulai terkikis dan tertimbun lumpur . Balai pertemuan agung juga biasa dinamakan Goa gangsiran Bupati Goentoer karena pada waktu peresmian yang menggangsir pertama kali adalah Bupati Goentoer Daryono, maka goa ini oleh Soepardjo Rustam diberi nama goa Gangsiran Bupati Goentoer .

Goa Dada Lawa
Keajaiban alam yang hanya ada di Purbalingga dan satu-satunya di Indonesia ini berbentuk Relief dada kelelawar raksasa yang sedang membentangkan sayapnya. Ditempat ini dulunya merupakan sarang kelelawar yang menghubungkan antara goa dada lawa dan istana lawa .Sebelum keluar masuk goa biasanya kelelawar beterbangan muter di istana lawa. Saat ini wisatawan bisa melihat banyaknya kelelawar yang bergelantungan di lorong yang terletak didepan goa dada lawa bagian atas.

Batu Semar
Merupakan batu yang terbentuk secara alami mirip dengan ujud tokoh Semar. Semar merupakan tokoh punakawan paling utama dalam pewayangan yang dikisahkan sebagai penasihat para ksatria dalam pementasan wayang. Karena memiliki watak rendah hati,tetap mengasihi sesama,tidak lupa diri karena kelebihan yang dimiliki.Watak tokoh Semar ini dapat menjadi contoh sifat yang baik dalam kehidupan.